Soal jawab mengenai Mimpi menurut islam dan ahli-ahli ilmu.





Soalan: Ustaz, apa yang kita perlu buat kalau selalu termimpikan orang yang dah meninggal dunia, dan dalam mimpi tu kita mcm ada rasa penyesalan atas sebab-sebab tertentu?

Dari Perak.




Insyaallah, jom kita kenal dahulu mimpi itu apa.

Dalam buku Al-Azkar karangan imam An-nawawi menyebutkan bahawa Rasulullah saw bersabda, sesiapa yang telah berkata baginya bahawa aku telah bermimpi, maka katakanlah : aku bermimpi dan yang baik akan terjadi, jika berjumpa mimpi yang baik maka bergembiralah, jika yang tidak baik maka berwaspadalah, maka baik bagi kami dan yang jahat bagi musuh kami dan segala puji bagi Allah yang mentadbir alam ini.


Mimpi merupakan sebuah keadaan ketika manusia mengalami suatu kejadian yang memberikan gambaran kehidupan lain yang terkadang boleh memberikan makna dalam kehidupan yang sebenar.


Mimpi boleh jadi isyarat yang diberikan oleh Allah kepada hambanya berupa berita baik atau buruk dan mimpi juga ada yang memiliki makna dan ada pula yang berupa mimpi kosong sekadar permainan syaitan kepada manusia.


Banyak ayat Al Quran dan riwayat Nabi yang menceritakan tentang mimpi. Misalnya, dalam Surat Ash-Shaaffaat (37) ayat 102 yang mengisahkan mimpi Ibrahim ketika ia diharuskan menyembelih putranya, Ismail. Juga dalam Surat Al Fath (48) ayat 27 mengenai mimpi Rasulullah sebelum terjadinya Perjanjian Hudaibiyah.


Tidak hanya para nabi, para sahabat pun pernah mengalami mimpi, tetapi terbukti juga kebanarannya. Tidak seperti mimpi nabi saw yang sangat terang dan tidak perlu ditakwilkan lagi karena ia merupakan wahyu dari Allah, mimpi para sahabat ada yang perlu ditakwilkan.

– seperti mimpi Abu Bakar yang menaiki tangga bersama Rasulullah, tetapi mereka berselisih dua anak tangga. Dalam takwilnya, Abu Bakar menyatakan bahwa kematiannya akan datang dua tahun setelah Rasulullah, dan itu benar-benar terjadi— dan mimpi yang tidak perlu ditakwilkan

– seperti mimpi Bilal yang melafazkan bacaan-bacaan azan. Ketika mengkhabarkannya kepada Rasulullah saw., beliau mengatakan bahawa mimpinya adalah benar. Rasulullah saw. bersabda, “Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bahagian dari 46 bahagian kenabian.” (Muttafaq ‘alaih). Ini bererti bahawa mimpi seorang mukmin memiliki pertimbangan 1/46 karena 45/46 diberikan pada nabi.



Khalid al-Anbari dalam bukunya Kamus Tafsir Mimpi menyebutkan bahwa tanda mimpi yang benar adalah sebagai berikut.

1. Bersih dari mimpi kosong, bayangan-bayangan yang meresahkan dan menakutkan.

2. Dapat difahami ketika terjaga.

3. Tidur dalam keadaan fikiran jernih, tidak disibukkan oleh persoalan apa pun.

4. Mimpi tersebut dapat ditakwilkan sesuai dengan apa yang ada di Lauh Mahfuzh.

“Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), ‘Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang takbir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi.’ ( Yusof ayat 43)

Ayat di atas merupakan salah satu contoh ayat yang menjelaskan mengenai sahnya mimpi seorang kafir, jika isi mimpinya berkaitan dengan orang mukmin.

Ada juga mimpi yang dianugerahkan Allah kepada yang dikehendakinya agar ia mendapatkan hidayah. Ini berdasarkan riwayat al-Hakim mengenai keislaman seorang sahabat, Khalid bin Sa’id bin ‘Ash. Keislaman ini terjadi setelah Khalid mengalami mimpi yang sangat menyeramkan. Dalam mimpinya, dia melihat seakan-akan ayahnya hendak mendorongnya ke neraka, sementara Rasulullah saw. berusaha memegang pinggangnya agar ia tidak terjatuh. Juga atas dasar tafsiran Ibn Hasyirin ketika ia didatangi seseorang yang bermimpi jari-jari tangannya yang ketiga dan keempat bengkak. Ia menakwilkan bahwa mimpi tersebut sebagai peringatan pada orang itu karana solatnya banyak kesalahan. Sepulangnya dari bertemu Ibn Hasyirin, ia pun bertaubat.

Seorang yang merasa telah mengalami mimpi yang benar, janganlah bertindak terburu-buru meminta sebarangan orang untuk menakwilkan mimpi yang dialaminya. Janganlah ia menceritakannya kepada orang yang dengki, dendam dan juga kepada orang yang jahil yang ucapannya tertolak. Tetapi ceritakanlah kepada orang yang berilmu, para ulama yang memiliki keutamaan, orang yang dalam pemahamannya terhadap agama Islam.

Macam Mimpi

Rasulullah saw. bersabda, “Mimpi itu ada tiga. Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah. Mimpi yang menyedihkan berasal dari syaitan, dan mimpi yang datang dari obsesi seseorang. Jika salah seorang di antara kalian mimpi yang menyedihkan maka hendaklah dia bangun lalu salat dan tidak menceritakannya pada orang lain.” ( Bukhari dan Muslim(


Rasulullah saw. bersabda, “Mimpi yang baik adalah dari Allah. Sedangkan mimpi yang menakutkan berasal dari syaitan. Barangsiapa mimpi yang tidak menyenangkan maka hendaklah dia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindung diri kepada Allah dari syaitan, maka mimpi tersebut tidak akan membahayakannya” ( Bukhari dan Muslim)

Bertolak dari hadis-hadis di atas, menurut Aam Amiruddin dalam bukunya (Liciknya Strategi Jin) kita boleh membuat sejumlah kesimpulan.

1. Mimpi boleh terjadi karana suatu obsesi. Obsesi tersebut begitu kuat dalam memori kita sehingga muncul dalam mimpi. Misalnya, seorang pemuda yang terobsesi menikahi artis yang cantik, sangat mungkin dia bermimpi bernikah atau bertemu dengannya. Ini adalah mimpi yang bersifat fitriah atau alamiah.

2. Bermimpi yang baik. Mimpi ini datangnya dari Allah, kita wajib mensyukurinya dan boleh menceritakannya pada orang lain sebagai wujud rasa syukur.

3. Mimpi buruk atau menakutkan. Mimpi ini datangnya dari syaitan. Kita wajib berlindung diri pada Allah, bahkan kalau memungkinkan meludah tiga kali ke sebelah kiri dan jangan menceritakannya pada orang lain, kecuali kalau ingin mengetahui takwil mimpi tersebut. Sebab kalau kita menceritakannya, syaitan akan merasa senang kalau gangguannya itu menjadi bahan pembicaraan manusia.

Berhati-hatilah jika kita bermimpi bertemu dengan orang yang sudah meninggal, contohnya bertemu dengan ayah atau ibu kita yang sudah mati, sebab dikhuwatirkan syaitan menyerupainya. Jadi, kalau kita bermimpi bertemu dengan orang yang sudah wafat, sebaiknya bersegeralah berlindung kepada Allah dan meminta ampun dari dosa-dosa yang lalu.

Tafsir Mimpi

Bolehkah kita menakwilkan mimpi?
Mari kita bercermin kepada sejarah, Nabi Yusuf a.s. pernah menakwilkan mimpi dua orang tahanan ketika dipenjara, mimpi banduan tersebut dan juga mimpi seorang Raja Mesir. Abu Bakar merupakan orang yang pandai menakwilkan mimpi, salah satunya dengan takwilnya dalam peristiwa di atas. Ini membuktikan bahwa menakwilkan mimpi dibenarkan dalam ajaran Islam, namun kriteria seorang penakwil mimpi sangat sangat sukar dan payah.

Seorang penakwil mimpi haruslah orang yang jujur (siddiq), cerdas, cerdik, dan suci dari perbuatan keji. Ia harus mengerti tentang Kitab Allah dan sunah Rasulullah, dan ia pun harus faham benar-benar tentang ilmu mentakwilkan mimpi. Ini bertepatan dengan apa yang diungkapkan oleh Imam al-Gazali yang menyatakan bahwa fungsi roh sebagai penangkap isyarat Ilahi bagaikan cermin. Dia bisa memantulkan cahaya. Orang yang siddiq merupakan cermin yang paling bersih dan paling bening di mana cahayanya tidak terhalang sama sekali. Jadi, dia boleh menangkap isyarat tersebut.

Wallahu A'lam

4 comments:

Anonymous said...

As'salamualaikum ustaz, saya ada bermimpi..didalam mimpi tesebut saya di beritahu didalam hati(tidak ada rupa,bentuk atau jasad cuma suara yang terdengar didalam hati).. Mengatakan "apa yg kamu lihat ini adalah kisah nabi"...Berlaku di zaman Arab dulu...saya melihat sendiri pada masa itu orang Islam dikalahkan oleh orang kafir. Banyaklah mayat orang Islam..lalu orang kafir menggali lubang empat persegi..lalu mencampakkan mayat2 orang Islam kedalam lubang tersebut..diantara mayat2 itu adalah orang kesayangan nabi...orang kafir mengetahui yang orang itu adalah orang kesayangan nabi...lalu mayat tersebut dipotong2 dan dibuang ke dalam lubang tersebut dan lubang tersebut di tinggalkan begitu sahaja tanpa di timbus dengan tanah...kemudian Nabi mendapat tahu mengenai lubang tersebut...Nabi masuk kedalam lubang tersebut mencari2 orang kesayangannya...lalu menangis...saya berdiri betul2 didepan Nabi ketika dia menangis (tetapi Nabi tidak dapat melihat saya ) saya dapat merasa betapa sedihnya Nabi ketika itu. Mimpi itu pun berakhir lalu saya terjaga. Saya terfikir mengenai mimpi tersebut.. betulkah mimpi ini?...layakkah saya mendapat mimpi ini?..apakah ertinya?...tapi tak menceritakan mimpi ini kecuali kepada isteri..selang beberapa bulan...saya mendengar kisah Nabi dan para sahabat didalam radio...tentang Abu Bakar as'sidiq yg didatangi orang tua(malaikat)...yang memberitahunya mengenai kedatangan Nabi Muhammad S.A.W...bahawa dia adalah orang yang telah dipilih untuk menjadi sahabat Nabi( jika saya tidak silap)...Abu Bakar bertanya kepada orang itu(malaikat) apakah bukti yang dia tidak tersalah orang?...Lalu orang itu menjawab, orang yang dicarinya itu mempunyai tanda lahir disebelah kiri perut dan kiri kakinya...Abu Bakar terkejut mendengar mengenai tanda lahir yg tidak dapat dilihat itu diketahui oleh orang itu. Untuk pengetahuan ustaz saya juga mempunyai tanda lahir tersebut sama seperti cerita itu....Adakah ini kebetulan?...selang beberapa bulan lagi...saya terbaca buku..mengenai perwatakan Nabi Muhammad S.A.W...pertemuan kening Nabi bertemu tetapi tidak lebat..saya teringat mimpi saya...Betul kening Nabi yang saya lihat bertemu dtengah2 tetapi tidak lebat...Adakah ini juga kebetulan ustaz? Apakah maksud yang tersirat?
Wassalam.

Hamba.

MRS ONE said...

Salam Ustaz, malam td saya bermimpi saya mengandung beberapa bulan(x sampai 9 bulan) dan terus melahirkan bayi lelaki..tp pada hakikatnya sekarang ni period saya sudah lewat 2 minggu, dan saya sgt mengidamkan cahayamata. Adakah ini adalah salah satu petunjuk atau pun sekadar mainan tidur?

nurul huda said...

Salam ustaz,saya bermimpi bapa saya meninggal dunia.dansaya sempat membaca yassin utknya. Dan disitu timbul rasa peyesalan yg amat sgt.apakah maksud mimpi tersebut ustaz....

Anonymous said...

Assalamualaikum. saya ada persoalan tentang mimpi. Baru-baru ni, seorang rakan perempuan saya bermimpi dia berkahwin, mimpi itu terjadi dua kali dalam jarak yang dekat. Kemudian, dia bermimpi yang mana adik-adik perempuan kepada seorang kawan lelakinya datang ke dalam mimpinya dan mereka tersenyum tanpa bersuara. mohon penjelasan ustaz..

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger